| News |
Pantai Wediombo Gunungkidul Yogyakarta9 September 2009
Wediombo
Kawasan
Pantai Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Giri Subo, sekitar
40 km arah tenggara kota Wonosari dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam
perjalanan. Pantai ini memiliki pasir putih yang disukai kebanyakan
wisatawan ditambah dengan bentuk pantainya yang berbentuk teluk dan
landai. Wisatawan dapat menikmati panorama sunset dari pinggir pantai
sambil menikmati sejuknya udara pantai. Bagi
wisatawan yang suka memancing dapat dilakukan di pantai ini sambil
menikmati panorama pantai lainnya. Selain menampilkan keindahan
pantainya kawasan ini juga mempunyai beberapa obyek wisaa lainnya yaitu
seperti gua, hutan alam, camping ground dan kawasan konservasi satwa
liar. Sebagaian besar
penduduk dari Kawasan Pantai Wediombo mempunyai mata pencaharian
sebagai petani tradisional. Sebagian lainnya juga ada yang bermata
pencaharian sebagai nelayan tradisional yang menggunakan alat pancing
sebagai alat tangkapnya. Daerah ini didominasi oleh suku Jawa tetapi
mempunyai ciri khas logat bicaranya seperti daerah Banyumasan atau
ngapak. Kondisi Geografis Wediombo
terletak pada bagian selatan Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Wediombo
termasuk daerah paling timur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Daerah ini merupakan daerah
pegunungan dimana kekurangan air menjadi sumber masalah bagi kehidupan
sehari-hari penduduknya. Rata-rata hari hujan per bulan di Kecamatan
Giri Subo adalah 6 hh dari total 70 hh (Tahun 2004) dan curah hujan per
bulan 128 mm (2004). Di kawasan Wediombo sendiri masalah kekurangan air
agak teratasi karena adanya mata air Puring yang cukup melimpah sumber
airnya sehingga dapat mencukupi kebutuhan air sehari-hari di beberapa
dusun di kawasan ini. Kawasan
pantai Wediombo di kelilingi oleh pegunungan karst dengan ditumbuhi
oleh banyak sekali vegetasi tumbuhan keras. Lahan pertanian cukup luas
didaerah ini karena memang sebagian besar penduduk bermata pencaharian
sebagai petani. Adanya pegunungan karst mengakibatkan terbentuknya
beberapa gua-gua dan beberapa sungai bawah tanah yang merupakan
karakteristik khas topografi karst. Rasulan. Tradisi
Rasulan atau bersih desa selalu digelar setiap tahun sekali pada hari
jumat legi sehabis panen yang biasanya diadakan diantara bulan Juli,
Agustus dan September. Dalam Rasulan digelar beberapa kesenian daerah
antara lain reog, pagelaran wayang kulit, campur sari dan beberapa
kesenian daerah lainnya. Selain itu juga digelarnya pasar malam yang
diadakan selama 1 minggu penuh ikut menambah semaraknya acara Rasulan.
Acara ini melibatkan semua warga di kawasan Wediombo sehingga selain
dapat menambah kesadaran akan kelestarian lingkungan juga dapat
meningkatkan kebersamaan dan persatuan antar warga. Ngalangi. Ritual
yang diadakan setiap tahun ini bertujuan sebagai tolak balak atau untuk
menghindari adanya musibah. Upacara ini dilakukan di pantai Wediombo
yaitu dengan membawa sesaji yang berisi berbagai macam masakan dan
beberapa bahan lainnya yang kemudian dibawa ke laut. Dahulu prosesi
Ngalangi dilakukan dengan menangkap ikan dengan menggunakan gawar yang
tebuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang
dipancangkan dari bukit Jungwok dan dilakukan secara besama-sama oleh
warga setempat . Selain sebagai penolak musibah upacara ini juga
sebagai salah satu wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga
acara ini diikuti warga dengan khusyuk. http://wediombo.blogspot.com/
|
| Baca juga |
| » |
4 September 2009 Obyek Wisata Kaliurang Yogyakarta Kawasan wisata kaliurang..
|
| » |
22 Januari 2009 Empat Faktor Pengaruhi Penyesuaian Harga BBM Penyesuaian harga didasarkan empat hal yaitu .....
|
| » |
20 Januari 2009 Wapres Kunjungi Depo Pertamina Plumpang Kebakaran yang menimpa ....
|
| » |
19 Januari 2009 Depot Plumpang Segera Beroperasi Normal Kebakaran di tangki timbun ......
|
| » |
16 Januari 2009 Wakatobi Sulawesi Kabupaten Wakatobi terletak di ........
|